Down Syndrome

Speech Delay

Anak Autis

Recent Posts

Cara Melatih Anak Berbicara Efektif dari Rumah Sendiri

Cara Mengajari Anak Bicara
Banyak orang tua yang selalu siap melakukan apa saja agar memiliki anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal, seperti bagaimana cara meningkatkan daya ingat anak, meningkatkan kekebalan tubuh anak hingga mengatasi bila muncul berbagai persoalan kesehatan yang mengganggu tumbuh kembang si buah hati. Namun upaya optimal yang sudah dilakukan orang tua tersebut, pada kenyataannya masih banyak anak yang mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Salah satunya adalah anak lambat bicara, anak telat bicara 4 tahun dan sejenisnya, yang secara umum lebih dikenal dengan istilah speech delay pada anak. Untuk menghadapi persoalan ini, maka salah satu upaya adalah menerapkan strategi jitu cara melatih anak berbicara baik di rumah sendiri maupun di luar rumah.

Melatih anak berbicara sejak dini adalah mutlak dilakukan sebab berbicara adalah salah satu indikator tumbuh kembang anak. Anak yang lancar berbicara maka menunjukkan bahwa anak tersebut memiliki perkembangan yang baik atau normal. Begitu pula sebaliknya ketika anak lambat bicara maka anak perlu dilakukan penanganan dengan segera dengan melatih anak berbicara. Tujuan melatih anak berbicara adalah tersebut adalah untuk memberikan rangsangan yang baik dan benar kepada anak agar cepat berbicara. Untuk itu diperlukan sebuah cara melatih anak berbicara yang sangat efektif agar dapat menumbuhkan kemampuan berbicara hingga si kecil lancar dalam mengucapkan kata dan merangkai kalimat.

Cara Melatih Anak Berbicara

Bagi Bunda yang sedang menangani kasus speech delay pada anak, jangan khawatir karena Bunda bisa melakukan beberapa cara melatih anak berbicara di bawah ini. Berikut beberapa hal yang perlu Bunda lakukan untuk melatih sekaligus merangsang kemampuan anak berbicara.
  1. Biasakan Selalu Mengajak Anak Mengobrol. Bunda bisa mengaja anak ngobrol setiap hari, bercerita tentang petualangannya di hari itu, mengenalkan nama - nama benda. Berikanlah pertanyaan yang merangsang munculnya jawaban dari anak agar ia bercerita. Semakin sering berkomunikasi dengannya, itulah cara melatih anak berbicara.
  2. Mengajak Anak Bermain dan Belajar. Bunda bisa melakukan aktivitas seperti membaca gambar pada flash card, melihat foto bersama, bermain puzzle bergambar dan sebagainya. Dengan melihat berbagai gambar, Bunda dapat memintanya mengucapkan nama - nama benda yang terdapat pada gambar tersebut. Hal ini sangat efektif untuk merangsang anak mengucapkan kata - kata dan menambah perbedaharaan kosakata.
  3. Selalu Tanggapi Ocehannya. Ketika anak mengoceh, rajinlah menanggapinya karena fase mengoceh akan dilalui sebelum ia lancar berbicara. Cara melatih anak berbicara dengan memperbaiki setiap ocehan anak hingga ia dapat mengucapkan kata dengan benar. Juga minta anak untuk menirukan gerakan mulut dan ucapan secara perlahan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara.
  4. Mengajak Anak Bermain dengan Teman Seusianya. Tujuannya agar ia terbiasa berkomunikasi dengan orang lain.
Lakukanlah tips tersebut diatas dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, sebab itulah kunci sukses melatih anak berbicara.

Untuk tips yang lain Bunda bisa baca juga: Cara Mengajari Anak Bicara.

Cara Meningkatkan Daya Ingat

Tak sekedar cara melatih anak berbicara saja. Latihan berkali - kali bila tak dibarengi dengan nutirisi atau gizi yang cukup tentu akan mempengaruhi daya tangkap anak dalam berlatih. Salah satu cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi anak atas kosakata maupun rangkaian kata - kata dalam bentuk kalimat dalam setiap latihan maka Bunda jangan hemat untuk urusan makanan bergizi buat si kecil.
Berikanlah makanan bergizi lengkap seperti protein, vitamin A dan C, kalsium zat besi, omega 3, dan DHA tinggi dan lainnya. Jangan lupa pula berikanlah asupan minuman probiotik untuk anak guna mengoptimalkan nutrisi - nutrisi yang masuk dalam tubuh sehingga ia memiliki kemampuan daya ingat dan konsentrasi yang baik.

Demikian beberapa cara melatih anak berbicara yang dapat Bunda lakukan.

Mengungkap Gejala Infeksi Telinga, Penyebab Gangguan Pendengaran pada Anak Autis

Sakit Telinga pada Anak
Penyebab gangguan bicara dan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan tersebut dimulai dari proses pendengaran, penerus impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Anak autis yang mengalami gangguan pendengaran menyebabkan ia kurang mendengar dan menangkap pembicaraan di sekitarnya. Akibatnya, tentu terjadi gangguan komunikasi dan interaksi sosial. Terdapat banyak penyebab gangguan pendengaran pada anak autis, salah satunya adalah infeksi telinga akibat virus atau bakteri patogen karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bisa terjadi bila mengalami infeksi yang berulang pada organ dalam sistem pendengaran.

Infeksi telinga pada anak autis ini terjadi ketika cairan menumpuk di daerah belakang gendang telinga dan kemudian menjadi infeksi. Bakteri patogen lebih suka berkembang biak di tempat yang gelap, hangat, dan tempat basah, sehingga telinga tengah yang berisi cairan merupakan tempat berkembang biak bakteri patogen yang terbaik.
Sakit di telinga merupakan salah satu gejala infeksi pada telinga anak autis. Anak tersebut bisa jadi akan mengatakannya bila telinganya sakit. Namun bila anak belum bisa berbicara, biasanya ia akan rewel dan menarik - narik telinga sebagai bentuk pemberitahuan bahwa telinganya sakit.

Gejala Infeksi Telinga

Selain sakit di telinga, berikut adalah beberapa gejala infeksi telinga yang bisa jadi sebagai penyebab ganguan pendengaran pada anak autis.
  1. Aroma tak sedap. Bunda mungkin akan mencium adanya aroma tak sedap dari telinga anak.
  2. Adanya cairan kuning atau kuning keputihan mengalir dari dalam telinga. Ini merupakan tanda adanya infeksi telinga pada anak yang paling jelas terlihat. Namun tak perlu kuatir, setelah diobati dengan probiotik Autiedrop infeksi ini akan sembuh.
  3. Anak mengalami diare atau muntah - muntah. Virus dan bakteri patogen penyebab infeksi telinga pada anak autis tersebut juga mempengaruhi kesehatan fungsi pencernaan.
  4. Susah tidur. Anak susah tidur karena infeksi telinga menjadi lebih sakit saat berbaring.
  5. Nafsu makan berkurang. Adanya infeksi di telinga membuat anak merasa sakit saat proses mengunyah dan menelan makanan.

Probiotik Autiedrop Solusi Sakit Telinga pada Anak

Gangguan pendengaran pada anak autis bisa jadi penyebab munculnya persoalan dalam perkembangan komunikasinya. Karena kurang jelas dalam mendengar ia menjadi lemah dalam proses belajar untuk meniru dari orang lain. Karena sulit atau tidak bisa meniru maka perkembangan bahasa dan bicaranya jadi kurang optimal.

Probiotik Autiedrop adalah salah satu solusi untuk membantu mengatasi penyebab gangguan pendengaran pada anak autis akibat infeksi bakteri patogen, infeksi pada otak hingga kelainan pada syaraf otak dan pendengaran yang lain.

Ciri Ciri Anak Autis Mengalami Gangguan Pendengaran

Ciri Ciri Anak Autis
Tahukah Bunda, salah satu penyebab anak terlambat bicara adalah gangguan pendengaran? Lalu bagaimana jika gangguan tersebut terjadi pada anak autis? lalu bagaimana cara mendeteksi ciri ciri anak autis dengan gangguan pendengaran?

Proses manusia dibisakan oleh Tuhan dapat berbicara berawal dari suara yang masuk ke telinga manusia itu sendiri. Karena sebelum anak dapat berbicara mereka hanya dapat mendengarkan. Dari mendengar mereka belajar. Pendengaran manusia bermuara di dalam memori otak. Lalu Di dalam otak, kata - kata yang pernah didengar diproses oleh otak untuk di pahami dan dimengerti, kemudian perlahan - lahan mulut akan mencoba meniru kata - kata yang pernah di terima oleh otak.

Penyebab Gangguan Pendengaran pada Anak Autis

Penyebab gangguan pendengaran pada anak autis bisa beragam, antara lain kelainan yang sudah terjadi sejak kehamilan, faktor genetik, penggunaan obat-obatan tertentu saat kehamilan, berat badan bayi rendah, bayi tidak menangis saat lahir, bayi kuning, kejang, infeksi virus/bakteri, infeksi pada otak bahkan kelainan pada saraf otak maupun pendengaran.

Kondisi ini menjadi serius mengingat tanpa pendengaran normal, anak tidak dapat tumbuh maksimal. Ciri ciri anak autis yang tidak mampu mendengar dengan normal akan menghambat perkembangannya dalam berkomunikasi. Selain itu, juga akan mengganggu perkembangan kognitif, psikologi, dan sosial.
Rata-rata, anak-anak dengan pendengaran normal yang memiliki masalah autis, akan terdiagnosa di usia 3 tahun, sementara anak - anak dengan gangguan pendengaran yang juga autis, biasanya baru akan terdiagnosa di usia 5 1/2 tahun.

Baca Juga: Infeksi Telinga Akibat Bakteri Patogen pada Anak Autis

Berikut adalah beberapa ciri ciri anak autis yang mengalami gangguan pendengaran.

Masalah komunikasi non verbal

Ciri ciri anak autis yang mengalami gangguan pendengaran akan kesulitan membaca bahasa non verbal dari lawan bicara, juga memperlihatkan tidak adanya kontak mata yang baik saat berkomunikasi.

Ketertarikan atas sesuatu

Ciri ciri anak autis, akibat gangguan pendengaran maka mereka lebih tertarik pada sesuatu kegiatan yang akan menguras tenaga dan energi mereka lebih banyak.

Rutinitas

Anak autis dengan gangguan pendengaran biasanya lebih menyukai hal - hal yang bersifat rutinitas dan kurang menyukai hal - hal baru sebagai tantangan.

Interaksi dengan orang lain

Ciri ciri anak autis dengan gangguan pendengaran biasanya tidak memiliki keinginan kuat untuk mengajak orang lain bermain atau berbagi kegiatan bersama dengan orang lain. Gangguan pendengaran bisa mempengaruhi anak autis lebih menyukai mainan yang sifatnya berputar, atau permainan yang sifatnya pengulangan.

Efek alat bantu dengar

Persoalan sensoris membuat dipasangnya alat bantu dengar pada ciri ciri anak autis yang mengalami gangguan pendengaran tidak efektif. Efek alat bantu dengar lebih membuat anak autis sering merasa terganggu dengan suara keras, yang dihasilkan dari penggunaan alat bantu dengar. Tak ada kemajuan mendengar yang didapatkan. Alat bantu dengar bukan solusi efektif bagi anak autis pada persoalan ini. Berbeda dengan anak yang mengalami gangguan pendengaran tapi tanpa ciri ciri anak autis, bagi mereka alat bantu dengar menjadi bermanfat hingga fungsi pendengarannya membaik.

Mengatasi penyebab gangguan pendengaran pada anak autis akan sangat membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang lebih optimal.