Apakah Bisa Memeriksa Tanda Down Syndrome pada Janin?

Tanda Down Syndrome pada Janin
Anak - anak dengan ciri ciri down syndrome juga bisa mengalami permasalahan kesehatan yang berbeda - beda seperti pada orang normal umumnya, berikut juga membutuhkan perawatan medis serta perhatian lebih ekstra. Disamping itu, ciri anak down syndrome juga memiliki keterbelakangan mental serta sering terkena komplikasi penyakit gangguan fungsi organ yang lain. Penyebab anak down syndrome sering terkena komplikasi penyakit lebih karena mereka memiliki kekebalan tubuh yang rendah. Selain manajemen nutrisi dari aneka makanan sehat buat ibu hamil, ada juga salah satu upaya menghindari kelahiran bayi down syndrome yaitu dengan melakukan deteksi dini atau memeriksa ada tidaknya tanda down syndrome pada janin dalam kurun waktu tertentu pada masa kehamilan.

Memantau Sejak Dini Down Syndrome pada Janin

Mencegah down syndrome memang bukan perkara gampang karena penyebab down syndrome adalah kelainan yang terjadi pada tingkat kromosom. Satu - satunya yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan kandungan secara dini, memeriksa ada tidaknya tanda - tanda down syndrome pada janin, sebab pencegahan belum bisa dilakukan secara penuh karena kromosom lebih cenderung terbentuk secara alamiah.

Untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai kondisi bayi di dalam kandungan, termasuk mempelajari tanda tanda down syndrome pada janin, ada beberapa pemeriksaan yang dapat Bunda jalani guna memantau kelainan yang mungkin terjadi pada bayi dalam kandungan. Beberapa pemeriksaan itu diantaranya adalah sebagai berikut.

Pemeriksaan Ultrasonography (USG) 3 Dimensi

Pada usia kehamilan 11 - 14 minggu atau 3 - 4 bulan, pemeriksaan USG tahap awal dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan pada janin yang berupa penebalan tulang tengkuk. Apabila penebalan area tulang tengkuk lebih dari 3 mm maka janin dicurigai mengalami down syndrome. Jika tanda down syndrome pada janin positif, maka dilanjutkan pemeriksaan tes darah untuk memastikan kromosom janin adalan positif Trisomi 21 atau tidak.

Pemeriksaan Amniosintesis (Amniocentesis)

Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan amniosintesis?, Amniosintesis adalah pemeriksaan mendeteksi terjadinya kelainan kromosom yang dialami bayi, diamna dokter kandungan akan mengambil sedikit cairan ketuban ( kurang lebih 20 cc ) yang mengelilingi janin di dalam rahim yang dipandu hasil pindaian USG agar tidak menyakiti janin yang ada di perut.
Tes Amniosintesis biasanya dilakukan pada saat kehamilan memasuki usia diantara 16 hingga 20 minggu. Hasil pemeriksaan biasanya akan selesai sekitar 3-4 minggu.

Pemeriksaan melalui tes Amniosinteis tidak selalu menemukan kelainan pada bayi, namun amniosintesis dapat mendeteksi sebagian besar kelainan kromosom sebagai tanda down syndrome pada janin yang kerap terjadi.
Yang dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan Amniosintesis, antara lain:
  • Wanita yang berusia 35 tahun atau lebih pada saat melahirkan. Hal ini disebabkan karena anak-anak yang lahir dari wanita berusia 35 tahun atau lebih beresiko mengalami kelainan kromosom semisal bayi down syndrome.
  • Wanita yang sebelumnya memiliki anak yang menderita down syndrome atau kelainan kromosom lainnya.
  • Wanita yang mengetahui jika mereka ataupun suami mereka memiliki keluarga dengan riwayat mengalami kelainan kromosom.
  • Ada banyak alasan lain yang mendasari dilakukannya pemeriksaan ini. Sebaiknya konsultasikanlah dahulu pada dokter kandungan untuk menentukan apakah Bunda memerlukan pemeriksaan ini atau tidak.
Silahkan baca juga: Ciri Ciri Bayi Down Syndrome dan Penyebab Down Syndrome.

Itulah jawaban dari pertanyaan soal pemeriksaan untuk mendeteksi tanda tanda down syndrome pada janin.

Seorang aplikator produk - produk probiotik terbaik yang dapat digunakan untuk manajemen nutrisi sehat bagi anak - anak berkebutuhan khusus.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »