Mengenal Karakteristik Sifat Enzim

Sifat - Sifat Enzim / Setiap struktur (senyawa maupun molekul tertentu) yang berbeda, selalu mempunyai karakteristif sifat masing - masing. Lebih dari 5.000 jenis enzim yang begitu menakjubkan di dalam tubuh, enzim - enzim tersebut memiliki karakteristik sifat serta tugasnya sendiri - sendiri, dimana setiap enzim hanya memiliki satu fungsi. Bila tubuh kekurangan salah satu atau beberapa enzim maka fungsi organ yang berhubungan jadi tidak normal.
Oleh karena itu dalam setiap terapi penanganan anak autis, pengelolaan anak down syndrome atau anak berkebutuhan khusus lainnya maka komunitas kelas probiotik selalu menekankan begitu pentingnya pemahaman karakteristik sifat enzim sehingga dapat diaplikasikan untuk memperoleh bahan makanan sehat yang kaya enzim bagi anak - anak tersebut.

Sebagai komponen yang sangat berperan dalam proses metabolisme tubuh, enzim memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut.

Pertama, Enzim merupakan biokatalisator

Mengapa enzim disebut biokatalisator?, Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tetapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Bio adalah organisme yang hidup. Metabolisme tubuh juga memerlukan katalisator, salah satunya yaitu enzim. Mengapa enzim disebut biokatalisator?, sebab enzim sebagai katalisator hanya dihasilkan oleh sel - sel makhluk hidup. Enzim merupakan senyawa yang mempercepat reaksi metabolisme tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Peranan enzim adalah dengan cara menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi terkecil yang dapat menyebabkan berjalannya suatu reaksi. Sehingga dengan adanya enzim, proses pembakaran yang dapat terjadi apabila suhu substrat di atas 100 derajat celcius maka hal tersebut dapat berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup hanya dengan suhu lingkungan yang tidak membahayakan.

Kedua, Enzim merupakan suatu protein

Karena enzim adalah suatu protein, maka sifat sifat enzim sama dengan protein, yaitu dapat rusak oleh suhu yang tinggi dan terpengaruh pH.

Ketiga, Enzim dapat digunakan berulang kali

Enzim dapat digunakan berulang kali sebab sifat enzim tidak berubah (tidak ikut bereaksi) pada saat reaksi berlangsung. Sebuah molekul enzim dapat bekerja berkali - kali selama enzim tersebut tidak rusak. Apabila molekul enzim rusak, barulah enzim tersebut harus diganti. Karena itulah, enzim pun hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.

Keempat, Enzim mudah rusak oleh panas

Biasanya sifat enzim mudah rusak pada suhu diatas 50 derajat celcius. Apabila telah rusak, enzim tidak dapat berfungsi lagi meskipun digunakan pada suhu normal. Istilah rusaknya enzim oleh panas dinamakan denaturasi.

Kelima, Enzim hanya bekerja secara khusus

Sifat enzim ini, berarti enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, dan tidak dapat mempengaruhi reaksi lainnya. Zat yang terpengaruh oleh enzim dinamakan substrat, substrat ialah zat yang bereaksi. Kekhususan cara kerja enzim dengan substrat dapat digambarkan seperti hubungan gembok dan anak kunci, di mana setiap gembok memiliki anak kunci tesendiri. Demikian pula dengan enzim, memiliki bagian aktif tertentu yang hanya cocok untuk substrat tertentu pula.

Keenam, Kerja enzim dipengaruhi oleh faktor lingkungan

Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh pada kerja enzim antara lain suhu, pH, zat penghambat (inhibitor) dan aktivator. Umumnya, enzim bekerja optimal pada suhu 30 derajat celcius atau pada suhu tubuh dan akan rusak pada suhu tinggi. Biasanya enzim bersifat non aktif pada suhu rendah (nol derajat celcius atau dibawahnya), namun tidak rusak. Apabila suhunya normal kembali, enzim mampu bekerja lagi. Sementara pada suhu tinggi, sifat enzim akan rusak dan tidak dapat berfungsi lagi.

Ketujuh, Enzim bekerja secara reversible

Enzim mampu bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa - senyawa lain dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun kembali senyawa - senyawa itu menjadi senyawa semula.

Kedelapan, Enzim tidak ikut bereaksi

Sifat enzim hanya diperlukan sebagai pemercepat reaksi, namun molekul enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi, karenanya enzim berfungsi sebagai katalis. Peranan enzim dalam reaksi dapat digambarkan sebagai berikut:

Substrat + Enzim >>> Produk + Enzim

Dari karakteristik sifat enzim tersebut, Bunda dapat mempertimbangkan memilih terapi penanganan anak down syndrome, anak autis dan anak berkebutuhan khusus lain dengan memberikan produk suplemen enzim yang banyak dipromosikan atau memperkaya makanan/minuman fermentasi probiotik terbaik yang mengandung bahan pemicu enzim sehingga dapat diproduksi optimal dalam tubuh. Kreasi sajian menu makanan sehat yang mengandung probiotik juga dapat Bunda sajikan secara alami dengan memadukan bahan makanan pilihan yang dikombinasikan larutan probiotik Talami.

Cara menggunakan probiotik Talami untuk memperbanyak jumlah enzim dalam tubuh, silahkan baca kembali.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »