Cara Cerdas Merawat Kesehatan Bayi Autis Sejak Dini

Ciri Bayi Autis
Merawat dan membesarkan anak bukanlah sebuah ilmu kedokteran melainkan bagian dari insting alami seorang ibu pada anaknya dan merupakan bagian dari tradisi yang sudah berlangsung turun temurun sejak zaman Nabi Adam. Mengenai pengetahuan soal merawat kesehatan bayi autis dapat diperoleh dari berbagai sumber yang disebut sebagai kemauan belajar dan tak membatasi diri. Dengan demikian yang diharapkan adalah kemampuan menggunakan insting dan rasa yang tepat untuk mengasuh, merawat bayi autis, bayi down down syndrome dan bayi - bayi berkebutuhan khusus lain hingga dewasa kelak.

Merawat kesehatan bayi juga dilakukan dengan penuh kasih sayang dari hari ke hari, misalnya apa yang dilakukan bila ditemukan alergi pada bayi autis, kapan pemberian makanan tambahan bagi bayi autis, bagaimana bila bayi autis mengalami asma dan sebagainya.

Berikut adalah sedikit tips yang dapat dilakukan Bunda untuk memantau perkembangan kesehatan buah hati, silahkan cocokkan dan lingkari beberapa hal berikut:
  • Tidur nyenyak pada malam hari.
  • Kulit terlihat cerah.
  • Tangan dan kaki selalu hangat.
  • Tumbuh kembang karena konsumsi rutin ASI.
  • Tidak kesulitan menggunakan dot.
  • Wajahnya tampak tidak seperti orang melamun.
  • Tidak menangis pada malam hari.
  • Tidur telentang.
  • Tidak menggerutu.
  • Tidak mengalami dermatitis atopi.
Apabila banyak pernyataan tersebut diatas yang Bunda lingkari, maka ciri bayi autis tersebut bisa dianggap sehat. Namun, bila sebaliknya, maka hal tersebut menunjukkan bahwa kesehatan bayi autis Bunda sedang tidak baik.

Seklias Dermatitis Atopi pada Bayi Autis

Dermatitis atopi merupakan penyakit kulit yang sering ditemukan pada bayi dan anak. Dermatitis atopi adalah radang kulit yang disertai gatal. Kelainan kulit tersebut memiliki ciri ciri berupa bintil - bintil kemerahan, gatal, yang kemudian bila berlangsung lama (kronik), kulit menjadi kering, bersisik, luka-luka atau menebal dan menjadi kehitaman. Daerah yang terkena biasanya di kedua pipi, lekuk siku dan lekuk lutut.

Penyebab dermatitis atopi biasanya karena faktor alergi turunan dalam keluarga. Kelainan kulit juga dapat terjadi karena alergi terhadap makanan seperti susu sapi, telur ayam, ikan laut, kacang-kacangan, dan lain-lain atau terhadap debu, serbuk sari, dan bulu binatang.

Gunakanlah cara - cara cerdas merawat kesehatan bayi autis sejak dini untuk memastikan masa depannya yang lebih cerah.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »